UGP Dan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) Gelar Lokakarya Literasi Jurnal 2019

Dipublikasikan oleh lppmugp pada

Takengon, Berita LPPM-UGP—Universitas Gajah Putih (UGP) bekerjasama dengan Relawan jurnal Indonesia (RJI) menggelar Lokakarya Literasi Jurnal di Gedung Serba Guna Yayasan Universitas Gajah Putih, Sabtu (27/4/2019). Lokakarya ini diikuti oleh 40 peserta pengelola jurnal yang berasal dari Perguruan Tinggi wilayah Aceh dan Sumatera.

Acara ini dibuka oleh rektor Universitas Gajah Putih Drs. Amiruddin, M.M., dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa, keberadaan jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi sangat penting, karena dapat meningkatkan kualitas tulisan dosen dan wadah publikasi karya ilmiah dosen. Dengan adanya lokakarya ini harapannya mampu melahirkan jurnal berkualitas yang berasal dari unit yang ada di Lingkungan Universitas Gajah Putih dan siap untuk terakreditasi, tutupnya.

Achmad Surya, S.H., M.H.Li, ketua panitia acara lokakarya literasi jurnal ini, mengatakan tujuan lokakarya ini untuk membantu perguruan tinggi dalam pengelolaan jurnal yang baik sehingga dapat membantu percepatan proses akreditasi jurnal di Sinta Ristekdikti. Saat ini jurnal yang ada di PTS/PTN Aceh masih minim yang terakreditasi, semoga setelah kegiatan ini jurnal yang di perguruan tinggi wilayah aceh semakin banyak yang terakreditasi, ujarnya.

Narasumber pada acara Lokakarya Relawan Jurnal Indonesia wilayah Aceh ini yaitu Dr. Anton Widyanto, selaku Ketua RJI Aceh dan Mursalin, M.Pd selaku Sekretaris RJI Wilayah Aceh. Materi pertama disampaikan oleh Mursalin, M.Pd, yang menjelaskan tentang Praktek Manajemen Penerbitan menggunakan Open Journal System (OJS), dan Setting dan Aktivasi Digital Objec Identifier (DOI). Materi kedua mengenai (DOI), Dr. Anton selaku pemateri kedua sekaligus tutor RJI Aceh juga menyampaikan Persiapan dan Setting Jurnal untuk mendaftar indeksasi Directory of Open Access Journals (DOAJ), dan Manajemen Referensi (Mendeley).

Lokakarya literasi yang digelar Universitas Gajah Putih dan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) ini berjalan sukses. Antusiasme peserta tampak pada diskusi dan pertanyaan-pertanyaan mengenai proses pengelolaan jurnal dan kesulitan-kesulitan yang seringkali dijumpai selama mengelola jurnal.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *